{"id":6812,"date":"2022-09-30T09:48:59","date_gmt":"2022-09-30T01:48:59","guid":{"rendered":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/?p=6812"},"modified":"2023-12-04T09:59:58","modified_gmt":"2023-12-04T01:59:58","slug":"menteri-pendidikan-atau-menteri-persekolahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/?p=6812","title":{"rendered":"Menteri Pendidikan atau Menteri Persekolahan ?"},"content":{"rendered":"<p>Pertanyaan ini muncul karena adanya ambiguitas dalam memahami pendidikan itu sendiri. Dalam Islam, pendidikan tidak difahami sebagai sebuah &#8220;lembaga&#8221; semata terlebih adanya perbedaan istilah formal, non formal ataupun informal. Sering kita keliru ketika disodorkan curiculum vittae terkait pendidikan, yang ditulis hanyalah nama sekolah dari TK sampai perguruan tinggi. Padahal jika kita memahami makna pendidikan, tidak cukup kolom untuk menuliskannya, karena pendidikan sudah kita terima sejak usia nol tahun baik di rumah, lingkungan, mesjid, majlis taklim, televisi, sekolah, dan sebagainya. Jebakan faham &#8220;sekolahisme&#8221; ini akhirnya membuat makna pendidikan terbatas hanya yang bersifat kelembagaan, seolah mereka yang tidak sekolah dianggap tidak berpendidikan. Faham ini sangat keliru, sebab di masa Nabi Muhammad\u00a0 saw tidak ada sekolah, apakah kemudian para sahabat Nabi kita katakan tidak terdidik? jelas salah. Buya Hamka hanya sekolah sampai SD, apakah kita mengatakan Buya Hamka tidak berpendidikan? inilah kesalahan dalam memahami pendidikan. Jika paham ini yang berkembang, maka sebaiknya Kementerian Pendidikan diganti saja namanya menjadi Kementerian Persekolahan, berani??<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pertanyaan ini muncul karena adanya ambiguitas dalam memahami pendidikan itu sendiri. Dalam Islam, pendidikan tidak difahami sebagai sebuah &#8220;lembaga&#8221; semata terlebih adanya perbedaan istilah formal, non formal ataupun informal. Sering kita keliru ketika disodorkan curiculum vittae terkait pendidikan, yang ditulis hanyalah nama sekolah dari TK sampai perguruan tinggi. Padahal jika kita memahami makna pendidikan, tidak cukup kolom untuk menuliskannya, karena pendidikan sudah kita terima sejak usia nol tahun baik di rumah, lingkungan, mesjid, majlis taklim, televisi, sekolah, dan sebagainya. Jebakan faham &#8220;sekolahisme&#8221; ini akhirnya membuat makna pendidikan terbatas hanya yang bersifat kelembagaan, seolah mereka yang tidak sekolah dianggap tidak berpendidikan. Faham ini sangat keliru, sebab di masa Nabi Muhammad\u00a0 saw tidak ada sekolah, apakah kemudian para sahabat Nabi kita katakan tidak terdidik? jelas salah. Buya Hamka hanya sekolah sampai SD, apakah kita mengatakan Buya Hamka tidak berpendidikan? inilah kesalahan dalam memahami pendidikan. Jika paham ini yang berkembang, maka sebaiknya Kementerian Pendidikan diganti saja namanya menjadi Kementerian Persekolahan, berani??<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6875,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[80,4],"tags":[],"class_list":["post-6812","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-catatan-akhir-bulan","category-pendidikan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v17.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Menteri Pendidikan atau Menteri Persekolahan ? - \u0627\u0644\u0645\u062f\u0631\u0633\u0629 \u0627\u0644\u0645\u0645\u062a\u0627\u0632 \u0627\u0644\u0625\u0633\u0644\u0627\u0645\u064a\u0629<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/almumtaza.sch.id\/?p=6812\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menteri Pendidikan atau Menteri Persekolahan ? - \u0627\u0644\u0645\u062f\u0631\u0633\u0629 \u0627\u0644\u0645\u0645\u062a\u0627\u0632 \u0627\u0644\u0625\u0633\u0644\u0627\u0645\u064a\u0629\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pertanyaan ini muncul karena adanya ambiguitas dalam memahami pendidikan itu sendiri. Dalam Islam, pendidikan tidak difahami sebagai sebuah &#8220;lembaga&#8221; semata terlebih adanya perbedaan istilah formal, non formal ataupun informal. Sering kita keliru ketika disodorkan curiculum vittae terkait pendidikan, yang ditulis hanyalah nama sekolah dari TK sampai perguruan tinggi. Padahal jika kita memahami makna pendidikan, tidak cukup kolom untuk menuliskannya, karena pendidikan sudah kita terima sejak usia nol tahun baik di rumah, lingkungan, mesjid, majlis taklim, televisi, sekolah, dan sebagainya. Jebakan faham &#8220;sekolahisme&#8221; ini akhirnya membuat makna pendidikan terbatas hanya yang bersifat kelembagaan, seolah mereka yang tidak sekolah dianggap tidak berpendidikan. Faham ini sangat keliru, sebab di masa Nabi Muhammad\u00a0 saw tidak ada sekolah, apakah kemudian para sahabat Nabi kita katakan tidak terdidik? jelas salah. Buya Hamka hanya sekolah sampai SD, apakah kita mengatakan Buya Hamka tidak berpendidikan? inilah kesalahan dalam memahami pendidikan. Jika paham ini yang berkembang, maka sebaiknya Kementerian Pendidikan diganti saja namanya menjadi Kementerian Persekolahan, berani??\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/almumtaza.sch.id\/?p=6812\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"\u0627\u0644\u0645\u062f\u0631\u0633\u0629 \u0627\u0644\u0645\u0645\u062a\u0627\u0632 \u0627\u0644\u0625\u0633\u0644\u0627\u0645\u064a\u0629\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-30T01:48:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-04T01:59:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/almumtaza.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-09-22-at-08.25.53.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"almumtaza\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/almumtaza.sch.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/almumtaza.sch.id\/\",\"name\":\"\\u0627\\u0644\\u0645\\u062f\\u0631\\u0633\\u0629 \\u0627\\u0644\\u0645\\u0645\\u062a\\u0627\\u0632 \\u0627\\u0644\\u0625\\u0633\\u0644\\u0627\\u0645\\u064a\\u0629\",\"description\":\"Sekolah Berbasis Qur&#039;an, Adab dan Bahasa Arab\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/almumtaza.sch.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/almumtaza.sch.id\/?p=6812#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/almumtaza.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-09-22-at-08.25.53.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/almumtaza.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-09-22-at-08.25.53.jpeg\",\"width\":1600,\"height\":720},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/almumtaza.sch.id\/?p=6812#webpage\",\"url\":\"https:\/\/almumtaza.sch.id\/?p=6812\",\"name\":\"Menteri Pendidikan atau Menteri Persekolahan ? - \\u0627\\u0644\\u0645\\u062f\\u0631\\u0633\\u0629 \\u0627\\u0644\\u0645\\u0645\\u062a\\u0627\\u0632 \\u0627\\u0644\\u0625\\u0633\\u0644\\u0627\\u0645\\u064a\\u0629\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/almumtaza.sch.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/almumtaza.sch.id\/?p=6812#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-09-30T01:48:59+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-04T01:59:58+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/almumtaza.sch.id\/#\/schema\/person\/a9ecfe66604428eb4a869a08c7366e87\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/almumtaza.sch.id\/?p=6812#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/almumtaza.sch.id\/?p=6812\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/almumtaza.sch.id\/?p=6812#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/almumtaza.sch.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menteri Pendidikan atau Menteri Persekolahan ?\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/almumtaza.sch.id\/#\/schema\/person\/a9ecfe66604428eb4a869a08c7366e87\",\"name\":\"almumtaza\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/almumtaza.sch.id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/757aa899333349ee76deaa6460710606?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/757aa899333349ee76deaa6460710606?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"almumtaza\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/almumtaza.sch.id\"],\"url\":\"https:\/\/almumtaza.sch.id\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menteri Pendidikan atau Menteri Persekolahan ? - \u0627\u0644\u0645\u062f\u0631\u0633\u0629 \u0627\u0644\u0645\u0645\u062a\u0627\u0632 \u0627\u0644\u0625\u0633\u0644\u0627\u0645\u064a\u0629","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/?p=6812","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Menteri Pendidikan atau Menteri Persekolahan ? - \u0627\u0644\u0645\u062f\u0631\u0633\u0629 \u0627\u0644\u0645\u0645\u062a\u0627\u0632 \u0627\u0644\u0625\u0633\u0644\u0627\u0645\u064a\u0629","og_description":"Pertanyaan ini muncul karena adanya ambiguitas dalam memahami pendidikan itu sendiri. Dalam Islam, pendidikan tidak difahami sebagai sebuah &#8220;lembaga&#8221; semata terlebih adanya perbedaan istilah formal, non formal ataupun informal. Sering kita keliru ketika disodorkan curiculum vittae terkait pendidikan, yang ditulis hanyalah nama sekolah dari TK sampai perguruan tinggi. Padahal jika kita memahami makna pendidikan, tidak cukup kolom untuk menuliskannya, karena pendidikan sudah kita terima sejak usia nol tahun baik di rumah, lingkungan, mesjid, majlis taklim, televisi, sekolah, dan sebagainya. Jebakan faham &#8220;sekolahisme&#8221; ini akhirnya membuat makna pendidikan terbatas hanya yang bersifat kelembagaan, seolah mereka yang tidak sekolah dianggap tidak berpendidikan. Faham ini sangat keliru, sebab di masa Nabi Muhammad\u00a0 saw tidak ada sekolah, apakah kemudian para sahabat Nabi kita katakan tidak terdidik? jelas salah. Buya Hamka hanya sekolah sampai SD, apakah kita mengatakan Buya Hamka tidak berpendidikan? inilah kesalahan dalam memahami pendidikan. Jika paham ini yang berkembang, maka sebaiknya Kementerian Pendidikan diganti saja namanya menjadi Kementerian Persekolahan, berani??","og_url":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/?p=6812","og_site_name":"\u0627\u0644\u0645\u062f\u0631\u0633\u0629 \u0627\u0644\u0645\u0645\u062a\u0627\u0632 \u0627\u0644\u0625\u0633\u0644\u0627\u0645\u064a\u0629","article_published_time":"2022-09-30T01:48:59+00:00","article_modified_time":"2023-12-04T01:59:58+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":720,"url":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-09-22-at-08.25.53.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"almumtaza","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/#website","url":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/","name":"\u0627\u0644\u0645\u062f\u0631\u0633\u0629 \u0627\u0644\u0645\u0645\u062a\u0627\u0632 \u0627\u0644\u0625\u0633\u0644\u0627\u0645\u064a\u0629","description":"Sekolah Berbasis Qur&#039;an, Adab dan Bahasa Arab","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/?p=6812#primaryimage","inLanguage":"id","url":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-09-22-at-08.25.53.jpeg","contentUrl":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/WhatsApp-Image-2023-09-22-at-08.25.53.jpeg","width":1600,"height":720},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/?p=6812#webpage","url":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/?p=6812","name":"Menteri Pendidikan atau Menteri Persekolahan ? - \u0627\u0644\u0645\u062f\u0631\u0633\u0629 \u0627\u0644\u0645\u0645\u062a\u0627\u0632 \u0627\u0644\u0625\u0633\u0644\u0627\u0645\u064a\u0629","isPartOf":{"@id":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/?p=6812#primaryimage"},"datePublished":"2022-09-30T01:48:59+00:00","dateModified":"2023-12-04T01:59:58+00:00","author":{"@id":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/#\/schema\/person\/a9ecfe66604428eb4a869a08c7366e87"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/?p=6812#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/almumtaza.sch.id\/?p=6812"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/?p=6812#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menteri Pendidikan atau Menteri Persekolahan ?"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/#\/schema\/person\/a9ecfe66604428eb4a869a08c7366e87","name":"almumtaza","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/#personlogo","inLanguage":"id","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/757aa899333349ee76deaa6460710606?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/757aa899333349ee76deaa6460710606?s=96&d=mm&r=g","caption":"almumtaza"},"sameAs":["http:\/\/almumtaza.sch.id"],"url":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6812"}],"collection":[{"href":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6812"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6812\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6814,"href":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6812\/revisions\/6814"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6875"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6812"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6812"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/almumtaza.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6812"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}